#renungan

*BERBAGI SUKACITA INJIL*

Senin 03 Des 2018

_`Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil` (1Kor 9:16)_


Setiap orang ingin bahagia. St. Paulus menemukan kebahagiaan ketika ia mengenal Yesus dan kasihNya. Baginya, Yesus adalah hidupnya, Yesus adalah kebahagiaannya, Yesus adalah segala-galanya. Hal ini mendorongnya untuk mewartakan Injil. Ia ingin berbagi sukacita dan kebahagiaan yang ia rasakan. Ia ingin agar orang lain juga mengenal Yesus dan menemukan kebahagiaan hidup yang sejati. Begitupun, St. Fransiskus Xaverius. Ia pergi ke pelbagai tempat agar banyak orang dapat mengenal Yesus dan bersukacita.

Mengenal Yesus dan menjadi seorang Kristen adalah suatu anugerah. Meneladan para misionaris, mari kita berbagi sukacita Injil kepada sesama, pertama-tama melalui sikap hidup kita sehari-hari, lebih daripada melalui kata-kata belaka. `Injil` sendiri berarti `kabar sukacita`. Kita perlu berhati-hati agar tidak membuat Injil menjadi `kabar dukacita yang menyebalkan sesama`.

Seorang ibu kost rajin ke gereja, rajin menasihati dan mengajak anak-anak kostnya ke gereja, tetapi sikapnya seringkali kurang kristiani, terlebih saat ia marah/ menegur. Maka, anak-anak itu pun cenderung menghindarinya, bahkan dengan nada negatif berkata, `Cepat, cepat pergi, ` sebelum `Yesusnya dikeluarin`.` Maksudnya, sebelum si ibu menasihati panjang-lebar `memakai nama` Yesus.

*_Sr. M. Serafine, P.Karm_*

Senin 03 Des 2018
Pesta S. Fransiskus Xaverius, Imam dan Pelindung Misi
1Kor 9:16-19.22-23; Mzm 117:1-2; Mrk 16:15-20

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
http://www.renunganpkarmcse.com

*Join WA-Grup RenunganPKarmCSE, klik (pilih salahsatu)*
https://chat.whatsapp.com/HlLX4weRJMw9a2Rga6lskp
atau
https://chat.whatsapp.com/LqR1G3kmVOFKZWZkgDBvBH
atau
http://renunganpkarmcse.com/wagrup