#renungan

*KITA TIDAK SENDIRIAN*

Selasa 09 Apr 2019

_`Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya` (Yoh 8:29_


Mengapa kita cenderung mengeluh saat menghadapi kesulitan? Padahal, Tuhan sedang membentuk kita melalui peristiwa itu. Tuhan mendengar doa dan keluhan kita. Dia datang untuk membebaskan kita. Percaya kepada Tuhan berarti kita meneladan Yesus yang percaya kepada Bapa dan melakukan kehendak-Nya. Yesus percaya bahwa Bapa selalu menyertai Dia.

Allah tidak pernah membiarkan kita sendiri. Sebagai manusia, kita memang lemah. Kita bahkan sering gagal melihat kehadiran Allah dalam diri sesama, apalagi pada orang yang menjengkelkan kita. Terkadang kita lupa bahwa manusia adalah citra Allah. Sesama adalah juga cerminan diri kita. Saat menghadapi sesama, kita bisa melihat siapa diri kita di hadapan Allah. Orang lain adalah `aku yang lain`.

Di hadapan Tuhan, kita semakin mengenal siapa diri kita ini. Allah sanggup menjadi manusia, sengsara, dan mati bagi kita, para pendosa, karena cinta-Nya kepada kita. Yesus hidup bukan untuk diri-Nya sendiri. Cinta-Nya itu personal/ pribadi, sebab merangkum segala hal yang meyakinkan dari kehadiran-Nya sebagai Allah yang menjadi manusia.

Kita juga dipanggil untuk mengasihi sesama kita, bahkan mengasihi musuh kita. Semoga mata hati kita diterangi untuk mengenali kehendak-Nya dan langkah kaki kita diringankan untuk melakukan apa yang berkenan kepada-Nya. Roh Kudus adalah Penolong kita.

*_Sr. M. Frances, P.Karm_*

Selasa 09 Apr 2019
Bil 21:4-9; Mzm 102:2-3.16-21; Yoh 8:21-30

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
http://www.renunganpkarmcse.com

*Join WA-Grup RenunganPKarmCSE, klik (pilih salahsatu)*
https://chat.whatsapp.com/EgQQ6hU2syP21PH4labld4
atau
https://chat.whatsapp.com/GGzEyegyTYHEFF6k90gdQP
atau
http://renunganpkarmcse.com/wagrup