#renungan

*UTUSAN ALLAH*

Rabu 10 Apr 2019

_`[...]. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku` (Yoh 8:42)_


Karena cinta, Yesus merelakan diri untuk turun ke dunia, menjadi utusan Bapa. Seperti dikatakan-Nya: `... Sungguh, Aku datang; ... untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku` (Ibr 10:7). Kehendak Allah dinyatakan secara sempurna dalam diri Yesus.

Bagaimanakah dengan kita? Kenyataan yang sering terjadi adalah sebagai orang yang diutus, kita menolak untuk pergi. Kita menolak untuk menyampaikan pesan kebenaran kepada orang lain karena takut dibenci dan disingkirkan, takut menjadi `orang yang tidak baik` dalam pandangan manusia, takut dikatakan cerewet, suka komentar, dll.

Sebagai orang yang menerima pesan, kita sering melihat `orang`-nya dan bukan pesan yang disampaikannya. Jika menurut kita dia baik, maka pesan akan mudah kita terima. Akan tetapi, kalau orang yang diutus itu tidak kita sukai, dalam hati bisa muncul penolakan, `Siapa kamu? Ngaca dulu, baru mengajar orang lain!` Pesan Tuhan yang disampaikannya sulit kita terima. Kita lupa bahwa dia adalah utusan dari Tuhan. Dia datang tidak atas kehendaknya.

Hal ini juga yang dialami oleh Yesus. Namun, Yesus tetap berani untuk melakukan, mengatakan, membela kebenaran, walaupun dibenci, difitnah, bahkan dibunuh. Inilah sikap yang harus kita milliki supaya orang-orang yang tidak mengenal Allah akan memuji Dia, seperti tampak dalam kisah Daniel dan kawan-kawannya (bdk. Dan 3:28).

Tuhan, mampukanlah aku untuk menyampaikan dan mendengarkan pesan-Mu.

*_Sr. M. Cornelia, P.Karm_*

Rabu 10 Apr 2019
Dan 3:14-20.24-25.28; MT Dan 3:52-56; Yoh 8:31-42

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
http://www.renunganpkarmcse.com

*Join WA-Grup RenunganPKarmCSE, klik (pilih salahsatu)*
https://chat.whatsapp.com/EgQQ6hU2syP21PH4labld4
atau
https://chat.whatsapp.com/GGzEyegyTYHEFF6k90gdQP
atau
http://renunganpkarmcse.com/wagrup