#renungan

*DAMAI SEJAHTERA*

Minggu 07 Jul 2019

_`Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini` (Luk 10:5)_


Pada zaman sekarang ini, di pelbagai belahan dunia masih terjadi konflik antar suku, golongan, dll. Di tengah problem seperti itu, damai sejahtera sangat didambakan.

Tuhan Yesus mengajarkan para murid untuk selalu memberi salam kepada setiap orang yang mereka jumpai dalam menjalankan tugas perutusan. Para murid dituntut supaya kabar gembira yang mereka wartakan itu membawa sukacita dan kegembiraan bagi orang yang mereka layani. Kehadiran mereka di tengah orang yang dilayani harus menjadi sumber kebahagiaan dan sukacita, tidak boleh menjadi sumber perselisihan atau pertengkaran.

Yesus sadar akan kerapuhan para murid yang diutusNya dengan berdua-dua, sehingga Ia berpesan kepada mereka agar kepercayaan dan penyerahan diri kepada Tuhan menjadi jiwa perutusan. Mereka harus hidup bersama umat dan menjadi bagian dari umat, sambil membawa damai sejahtera bagi rumah yang mereka masuki, juga bagi seluruh masyarakat yang ada di sana.

Tugas perutusan ini diteruskan Gereja sepanjang zaman, juga zaman ini. Kehadiran kita di tengah masyarakat hendaknya membawa damai sejati yang diwujudkan dengan saling mencintai, menghormati, dan memaafkan satu sama lain. Sudahkah kita menyebarkan damai bagi sesama kita, apalagi yang dekat dengan kita? Sudahkah kita, dengan hati leluasa dan lapang, tersenyum dan memberi salam kepada semua orang di sekitar kita? Atau, adakah kita menahan senyum dan salam kita terhadap seseorang?

*_Rm. Innocentius Maria, CSE_*

Minggu 07 Jul 2019
Hari Minggu Biasa XIV
Yes 66:10-14; Mzm 66:1-7.16.20; Gal 6:14-18; Luk 10:1-12.17-20

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
http://www.renunganpkarmcse.com

*Join WA-Grup RenunganPKarmCSE, klik (pilih salahsatu)*
https://chat.whatsapp.com/IgVsglv7SpzLxu1TFipOSZ
atau
https://chat.whatsapp.com/JueO3VsxnBTAUmobvMfhWW
atau
http://renunganpkarmcse.com/wagrup