#renungan

*PERUTUSAN DALAM KEGELAPAN IMAN*

Kamis 11 Jul 2019

_`Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu` (Kej 45:5)_


Sebelum kita dilahirkan, Allah telah mempunyai rencana bagi kita. `Tuhan telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku` (Yes 49:1b). Untuk apa kita dilahirkan ke dunia ini? Tidak lain adalah untuk turut serta dalam karya keselamatan Allah. `Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang ba-gi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi` (Yes 49:6b).

Itulah tugas perutusan kita sebagai pengikut Kristus. Walaupun dalam perjalanan hidup kita banyak hal yang terjadi yang tidak menyenangkan hati, tetapi menyakitkan dan menyedihkan, namun kita harus tetap berjalan dalam iman yang gelap. Ini berarti percaya seutuhnya kepada penyelenggaran Tuhan (bdk. Rm 8:28).

Kita dapat belajar dari kisah Yusuf yang dijual ke Mesir. Yusuf yang dibuang oleh saudara-saudaranya, difitnah oleh istri Potifar, dan dipenjara, meskipun tidak bersalah. Akan tetapi, Yusuf takut akan Allah dan melakukan yang benar di hadapan-Nya. Akhirnya, ia diangkat menjadi penguasa untuk menyelamatkan bangsa Israel.

Seharusnya penyerahan diri Yusuf secara total ke dalam penyelenggaraan Tuhan menjadi kisah iman kita juga setiap hari. Begitu pentingnya berpegang kepada Allah dalam seluruh kehidupan kita!

*_Sr. M. Louisa, P.Karm_*

Kamis 11 Jul 2019
Pw S. Benediktus, Abas
Kej 44:18-21.23-29; 45:1-5; Mzm 105:16-21; Mat 10:7-15

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
http://www.renunganpkarmcse.com

*Join WA-Grup RenunganPKarmCSE, klik (pilih salahsatu)*
https://chat.whatsapp.com/LbrXbsn2V9K1lL8CfOk0aN
atau
https://chat.whatsapp.com/Fm97PkK2pWOL9cYpY1Bk1r
atau
http://renunganpkarmcse.com/wagrup