#renungan

*`MARTA` TIDAK BOLEH TANPA `MARIA`*

Selasa 08 Okt 2019

_`Tetapi Tuhan menjawabnya: `Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padaya` (Luk 10:41-42)_


Mereka yang aktif dalam kegiatan gereja (misalnya: Legio Maria, petugas liturgi, ketertiban, dll.) seringkali sibuk sekali pada acara-acara besar gereja (misalnya: Paska, Natal, Ulang Tahun Paroki, dll.), bahkan sejak hari persiapan sampai hari H-nya. Semuanya bertanggung jawab dalam tugas masing-masing.

Sangat disayangkan, pada momen istimewa yang dipersiapkan itu para petugas akhirnya tenggelam dalam kesibukannya dan tidak lagi memerhatikan/menghayati kemegahan liturgi yang sedang berlangsung serta kehilangan makna perayaan. Bukankah hal ini yang sering terjadi?

Segala kesibukan itu memang tidak salah dan tidak siasia sebagai pelayanan kepada Tuhan dan sesama. Itu juga berarti bahwa kita ikut ambil bagian dalam pesta tersebut bukan sekedar sebagai tamu, melainkan sahabat Yesus yang mau menolong-Nya. Jika Anda mengadakan pesta di rumah, kepada siapa Anda minta tolong (misalnya untuk menyiapkan meja, dll.)? Tentu tidak kepada tamu, tetapi kepada sahabat dekat Anda, bukan? Tetapi, jangan kita lupa `menjadi Maria`, seperti yang diingatkan oleh Yesus bagi kita yang sering sibuk (bdk. Luk 10:42). Artinya, sesibuk apa pun kita `sebagai Marta`, hati kita harus tetap `duduk di kaki Yesus dan mendengarkan Dia`. Kita harus tetap menjaga relasi pribadi dengan-Nya, saat-saat berdua dengan-Nya.

*_Sr. M. Brigitta, P.Karm_*

Selasa 08 Okt 2019
Yun 3:1-10; Mzm 130:1-4.7-8; Luk 10:38-42

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
http://www.renunganpkarmcse.com

*Join WA-Grup RenunganPKarmCSE, klik (pilih salahsatu)*
https://chat.whatsapp.com/F29b5iipdZSIX7beYcxBlf
atau
https://chat.whatsapp.com/GGzEyegyTYHEFF6k90gdQP
atau
http://renunganpkarmcse.com/wagrup