Dalam Injil kita lihat perbedaan yang sangat mencolok antara si kaya dan Lazarus. Salahkah jika seseorang menjadi kaya? Tentu tidak, tetapi menjadi salah bila kekayaannya menjadi tujuan hidupnya, mengikatnya sehingga ia tidak peduli lagi dengan orang di sekitarnya, hanya memikirkan diri sendiri, memakai kekayaannya hanya untuk memuaskan diri sendiri, dan menjadi lupa kepada Tuhan, Sang Pemberi Kekayaan, yang mengajarkan untuk berbagi dan peduli kepada sesama. Kaya bukan hanya soal materi, tetapi bisa juga kaya waktu, kepandaian, talenta, dll. Sudahkah kita membagikannya kepada orang lain?
Tuhan, ajarilah kami untuk selalu rela membagikan rejeki dan rahmat yang Engkau berikan, kepada siapapun yang membutuhkan.
*_Sr. M. Gregoria, P.Karm_*
Kamis 20 Mar 2025
Hari Biasa Pekan II Prapaskah
Yer 17:5-10 Mzm 1:1-4.6 Luk 16:19-31
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
https://www.renunganpkarmcse.com
*Join WA-Grup RenunganPKarmCSE, klik (pilih salahsatu)*
https://chat.whatsapp.com/ExXbG090xHL1rxQfk2kXef
atau
https://renunganpkarmcse.com/wagrup