TUHAN MELAWAT BUKAN SEKEDAR LEWAT
Senin 24 Mar 2025Hari Biasa Pekan III Prapaskah Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu (Luk 4:28) 2Raj 5:1-15 Mzm 42:2-3 Mzm 43:3-4; Luk 4:24-30 ---o---
Naaman, panglima Raja Aram, seorang pahlawan, tetapi sakit kusta. Mari kita belajar dari kehidupanya. Jika dilihat dari sisi penyakit yang dideritanya, betapa dia punya semangat untuk sembuh, sebab sakit kusta pada saat itu adalah sakit yang mematikan, belum ada obat penangkalnya. Dia seorang panglima, punya jabatan penting, tetapi rendah hati. Ketika dia sedang berada dalam pergumulan besar, hatinya masih terbuka untuk mendengarkan suara rendah di sekitarnya, suara seorang budak belian, suara seorang bawahan yang mengingatkan. Bagi seorang yang sakit parah hal itu seperti suara Tuhan yang datang memberikan pertolongan, dan akhirnya dia beroleh kesembuhan yang diharapkan.
Masa tobat ini, kita juga diajak untuk berani mendengarkan setiap seruan yang mengingatkan kita untuk membangun niat tobat yang teguh. Sebab sesungguhnya kita adalah seorang yang sedang sakit kusta, kita sedang sekarat dan membutuhkan obat. Allah yang Maharahim berseru melalui gereja-Nya, melalui SabdaNya. Apakah kita menjadi marah karenanya? Jangan sampai masa tobat ini berlalu begitu saja tanpa makna bagi kita. Mari kita bertobat! (Sr. M. Brigitta, P.Karm) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.