PERSEMBAHAN KEPADA ALLAH
Sabtu 29 Mar 2025Hari Biasa Pekan III Prapaskah Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa (Luk 18:10a) Hos 6:1-6 Mzm 51:3-4.18-21 Luk 18:9-14 ---o---
Kita memikirkan persembahan apa yang terbaik untuk dihaturkan kepada Allah Bapa kita. Sebagai anak-anak Allah tentu kita ingin menyukakan hati Sang Bapa. Sebagai anak, kita bisa saja tampak rajin berdoa, melakukan karya amal, dan berbuat baik kepada semua orang. Namun, kadang roh jahat dapat bersembunyi di balik pekerjaan baik kita. Dosa kesombongan dapat menghantui di balik seluruh karya pelayanan kita.
Persembahan yang berkenan bagi Allah adalah hati yang tulus menyembah. Seorang pemungut cukai yang berdiri jauh-jauh, memohon belas kasih dan ampun dari Allah, `memukul dada` yang menggambarkan bahwa dia telah menegur jiwanya sendiri agar merendahkan diri di hadapan Tuhan. Pemungut cukai itu menyadari dirinya sebagai orang berdosa dan yang ia inginkan dari Tuhan hanyalah belas kasihan. Sebaliknya, orang Farisi itu dengan keangkuhannya menunjukkan prestasi hanya demi validitas diri. Sesungguhnya, bukan prestasi yang dicari Allah, melainkan domba yang hilang dari kawanannya. Kiranya kita semua belajar dari kerendahan hati sang pemungut pajak, yang mempersembahkan kelemahannya kepada Allah untuk menunjukkan betapa maharahim-Nya Allah Bapa kita. (Sr. M. Laura, P.Karm) Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com

Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya.
Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.