Saat Yesus mengatakan bahwa Ia bekerja seperti Bapa-Nya, orang-orang Yahudi mau menganiaya Dia karena menganggap-Nya menghujat Allah dengan menyebut Allah sebagai Bapa-Nya, dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah. Pada umumnya orang-orang Yahudi mengerjakan apa yang dikerjakan ayah mereka. Kalau si ayah seorang tukang kayu, maka si anak pun akan menjadi tukang kayu. Kalau si ayah seorang nelayan maka si anak pun seorang nelayan karena si ayah akan mengajarkan keahliannya kepada anaknya. Yesus menjelaskan kepada mereka bahwa Ia mengerjakan pekerjaan Allah, Bapa-Nya, tidak dari diriNya sendiri, tetapi karena Bapa-Nya (bdk. ay. 19-20).
Di masa retret agung ini, mari kita kembali merenungkan, apa yang telah kita perbuat atau kita kerjakan di dalam kehidupan kita? Baik atau tidak baik? Semoga melakukan pekerjaan Allah, Bapa kita, senantiasa menjadi kerinduan kita.
*_Fr. Petrus Selestinus Maria, CSE_*
Rabu 02 Apr 2025
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah
Yes 49:8-15 Mzm 145:8-9.13-14.17-18; Yoh 5:17-30
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
https://www.renunganpkarmcse.com
*Join WA-Grup RenunganPKarmCSE, klik (pilih salahsatu)*
https://chat.whatsapp.com/ExXbG090xHL1rxQfk2kXef
atau
https://renunganpkarmcse.com/wagrup